Kamis, 24 Februari 2011

Waduh....Harga Minyak Mentah Bisa US$220 / Media Indonesia

LONDON--MICOM: Harga minyak dapat mencapai puncaknya di lebih dari US$220 per barel jika Libia dan Aljazair menghentikan produksinya karena merebaknya kekerasan di Timur Tengah dan Afrika utara, kata Nomura, Rabu (23/2).

Kalangan analis membandingkan kondisi saat ini dengan Perang Teluk pada 1990-1991 ketika harga melonjak 130 persen selama tujuh bulan karena OPEC mengurangi produksi sampai 1,8 juta barel per hari.

"Jika Libia dan Aljazair bersama-sama menghentikan produksi minyak, harga dapat melonjak di atas US$220 per barel dan OPEC menghemat kapasitas dengan menurunkan produksi sampai 2,1 juta barel per hari, serupa dengan level yang terlihat selama Perang Teluk dan ketika harga menyentuh US$147 per barel pada 2008," kata Bank dari Jepang itu dalam keterangannya. (Ant/OL-2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar